Perhatikan Gejala Diabetes Gestasional Ini, Apakah Kamu Merasakannya

Gejala Diabetes Gestasional

Siapa sih yang menginginkan sakit? Semua orang pasti ingin sehat. Terutama ibu hamil yang sedang mengandung buah hatinya. Dia pun melakukan yang terbaik agar kesehatannya dan anaknya tetap terjaga. Ada yang berolahraga rutin, ada yang menerapkan pola hidup sehat, namun ada yang terkadang lalai dengan satu hal ini, yaitu memeriksakan kesehatan sebelum masa kehamilan hingga pasca melahirkan.

Entah karena memang sedang dirundu kebahagiaan, hingga lupa bahwa janin di dalam rahim juga memiliki hak untuk hidup dan dijaga kesehatannya. Ketika seorang wanita hamil, penyakit seperti sudah siap menunggu untuk mendiami tubuh inangnya. Banyak dari ibu hamil yang mengalami preeklamsia, plasenta previa, keputihan, TORCH, dan diabetes gestasional.

Gejala diabetes gestasional yang sering dialami ibu hamil adalah sebagai berikut.

  1. Seringnya buang air kecil
  2. Sering merasa haus
  3. Rasa lapar yang dirasakan terlalu sering sehingga ada keinginan untuk makan terus-menerus
  4. Cepat merasa lelah, lemah, dan lesu

Menurut KlikDokter, gejala diabetes gestasional biasa menyerang dan dapat terlihat pada ibu hamil saat memasuki usia kehamilan ke 24 hingga 28 minggu, penyakit ini ditandai dengan gula darah yang tinggi setelah makan. Tentunya, diabetes ini sangat membahayakan terutama untuk kesehatan janin. Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat, maka bisa terjadi komplikasi. Komplikasi yang terjadi seperti dilansir dari Hello Sehat adalah kelahiran prematur, bayi memiliki masalah kesehatan setelah lahir dan harus mendapatkan perawatan intensif dari pihak rumah sakit, bayi yang ukurannya menjadi lebih besar, keguguran pada 23 minggu pertama, dan bisa berujung pada kelahiran mati.

Dalam buku berjudul Kehamilan, Melahirkan, dan Bayi, dijelaskan bahwa diabetes gestasional memang tidak ada sangkut pautnya dengan produksi insulin, melainkan lebih kepada perubahan metabolisme glukosa yang merangsang pertumbuhan janin.

Telah disebutkan bahwa seorang ibu hamil juga dapat terkena TORCH. Apa itu TORCH? TORCH adalah singkatan dari Toksoplasmosis, infeksi lain/Other infection, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes simplex virus. Beberapa penyakit yang termasuk ke dalam komplikasi TORCH ini adalah penyakit berbahaya seperti sifilis, campak, Varicella Zoster, bahkan HIV.

Maka dari itu, untuk mencegah hal buruk terjadi pada masa kehamilan. Alangkah baiknya jika kita melakukan pengecekan kesehatan sebelum berencana hamil. Kita bisa berkonsultasi dengan dokter seperti apa baiknya dan apa yang harus dilakukan ketika hamil nanti. Dari kasus yang banyak ditemukan di Indonesia adalah minimnya minat ibu hamil untuk melakukan pengecekan kesehatan selama masa kehamilan, padahal jika dilihat dari manfaatnya pengecekan ini seharusnya bersifat wajib. Salah satu tugas pemerintah adalah mencapai target yang ada di dalam MDGs atau Millenium Development Goals yaitu meningkatkan kesehatan para ibu. Oleh karena itu, skrining memang diperlukan untuk mengetahui sedini mungkin resiko terjadinya diabetes gestasional.

Tidak hanya bagi ibu hamil yang sudah terbukti memiliki riwayat diabetes, namun, para ibu yang berencana untuk hamil pun juga perlu melakukan pengecekan. Tidak hanya ibu dengan diabetes yang bisa merasakan gejala, tapi juga para ibu tanpa diabetes gestasional pun bisa juga merasakan gejala diabetes gestasional ini. Maka dari itu, lebih bagus jika kamu melakukan konsultasi ke dokter, periksa sedini mungkin agar kesehatan dirimu dan bayimu nanti bisa terjamin. Jika kamu memang sangat peduli dengan kesehatan, ketika akan berencana hamil pun perlu berkonsultasi dengan dokter. Apalagi jika kamu sudah mengetahui bahwa kamu memiliki riwayat diabetes sebelum masa kehamilan.

admin

shares